Polsek Bunut Hulu Kembali Sosialisasikan Larangan Aktivitas PETI di Sungai Besar - Media Khatulistiwa

Breaking

Home Top Ad

kmiklan

Post Top Ad

Monday, October 23, 2023

Polsek Bunut Hulu Kembali Sosialisasikan Larangan Aktivitas PETI di Sungai Besar


Foto: Jajaran Forkopincam Bunut Hulu menemui warga pekerja tambang emas ilegal di Desa Sungai Besar, Bunut Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (23/10/2023)/Istimewa 

Kapuas Hulu, khatulistiwamedia.com-

Menyikapi permintaan Bupati Kapuas Hulu agar Kepolisian menindak tegas terhadap oknum masyarakat yang melakukan aktivitas PETI di Desa Sungai Besar, Kecamatan Bunut Hulu, Kapolsek Bunut Hulu Iptu Jaspian, angkat bicara. Kapolsek Bunut Hulu menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas sudah ditugaskan untuk kembali melakukan himbauan larangan terkait PETI di lokasi persawahan Desa Sungai Besar, Senin (23/10/2023). "Hari ini juga Bhabinkamtibmas bersama TNI, Satpol PP dan kepala desa turun lagi melakukan himbauan kepada pekerja PETI di lokasi persawahan tersebut, agar tidak melakukan aktifitas PETI," ujar Iptu Jaspian.

Jaspian menyampaikan, sejak menjabat Kapolsek Bunut Hulu pada awal bulan September 2023, dirinya bersama Forkompincam Bunut Hulu dan Desa,  langsung melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktifitas PETI. "Jadi berbagai upaya pencegahan agar tidak ada aktivitas PETI wilayah Kecamatan Bunut Hulu sudah kami laksanakan," ucapnya.

Selain itu juga jelas Jaspian, Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu bersama Polsek Bunut Hulu, sudah melakukan penertiban terhadap masyarakat yang melakukan aktivitas PETI di Desa Sungai Besar wilayah Kecamatan Bunut Hulu tersebut.

"Alhamdulillah, masyarakat yang melakukan aktivitas PETI di lahan persawahan sudah dihentikan, jadi apabila melakukan lagi akan ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," ungkapnya.

Kepala Desa Sungai Besar, Kecamatan Bunut Hulu, Syahrial menyampaikan, dirinya bersama Kepolisian juga sudah sering melakukan himbauan kepada masyarakat tidak melakukan aktifitas PETI di wilayah persawahan. 

"Jadi kami tidak melakukan pembiaran terhadap aktifitas PETI terserbut, karena kami sudah sering melakukan himbauan dan sosialisasi terkait larangan PETI ke masyarakat," ujarnya. 

Terkait irigasi wilayah persawahan tempat lokasi aktifitas PETI, jelas Syahrial, sudah rusak sejak tahun 2020. "Rusaknya irigasi dikarenakan faktor bencana alam," ungkapnya.

Penulis : Yohanes Santoso

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad