Kasus Stunting Kapuas Hulu Menurun - Media Khatulistiwa

Breaking

Home Top Ad

kmiklan

Post Top Ad

Monday, September 19, 2022

Kasus Stunting Kapuas Hulu Menurun


Foto: Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan memberi arahan dalam pertemuan Percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Aula Bank Kalbar cabang Putussibau, Senin (19/9/2022)/ Yohanes Santoso

Kapuas Hulu, khatulistiwamedia.com -
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengikuti pertemuan Percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Aula Bank Kalbar cabang Putussibau, Senin (19/9/2022). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Kapuas Hulu ini dihadiri para Camat, Kades, Lurah, Kepala Puskesmas serta OPD terkait.
Kepala Dinkes P2KB Kapuas Hulu, Sudarso, menuturkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah menggalakkan gerakan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan. ODF adalah salah satu upaya penurunan stunting. "Untuk pemateri kegiatan ini kami melibatkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Sementara sasaran kegiatannya adalah OPD terkait, 13 camat, 2 lurah, 19 kades, 3 kepala puskesmas. Kegiatan ini diadakan selama dua hari," singkatnya.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengatakan pembenahan masalah sanitasi sangat berpengaruh dengan kasus stunting. Kasus stunting terpantau di angka 31,24 persen di 2021, sebelumnya 32,9 persen di 2020. Tahun 2022 ini kasus stunting turun lagi ke 28,9 persen dan Kapuas Hulu peringkat 6 se Kalbar. "Penurunan kasus ini berkat kerjasama seluruh pihak yang selalu beri pembinaan kepada masyarakat," tegas Bupati.
Untuk mewujudkan ODF, kata Bupati, itu sangat diperlukan komitmen bersama. Sejauh ini sudah ada 42 desa di 15 kecamatan yang  ODF. Itu tandanya masih banyak desa yang belum ODF karena total di Kapuas Hulu ada 4 kelurahan dan 278 desa. "Saya mengajak seluruh Kades yang belum deklarasi ODF agar mengajak warganya untuk tidak buang air besar di sembarang tempat," tegasnya.
Kasus diare terhadap anak-anak mengalami peningkatan beberapa waktu berakhir, ini bisa saja dipengaruhi kebiasaan buang air besar di sungai. Maka kades dan camat perlu memberi himbauan secara terus menerus, agar desa yang ODF semakin banyak," tuntas Bupati.

Penulis : Yohanes Santoso

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad